Perbandingan Keamanan WPA2 dan WPA3 Terhadap Serangan Brute Force Pada Jaringan Wireless
DOI:
https://doi.org/10.59696/prinsip.v4i3.259Keywords:
WPA2, WPA3, Serangan Brute Force, Keamanan Nirkabel, Protokol SAEAbstract
Jaringan nirkabel telah menjadi bagian penting dalam komunikasi dan pertukaran data sehari-hari, namun sifatnya yang terbuka membuatnya rentan terhadap berbagai ancaman keamanan, terutama serangan brute force yang bertujuan menebak kata sandi untuk mendapatkan akses tanpa izin. WPA2 yang selama ini menjadi standar protokol keamanan utama menggunakan mekanisme Kunci Bersama (PSK), yang memungkinkan penyerang menangkap data proses otentikasi dan melakukan pemecahan kata sandi secara luring. Untuk mengatasi kelemahan tersebut, Aliansi Wi-Fi meluncurkan WPA3 dengan protokol Otentikasi Setara Serentak (SAE) yang dirancang untuk meningkatkan ketahanan terhadap serangan semacam itu. Penelitian ini bertujuan membandingkan tingkat keamanan WPA2 dan WPA3 secara khusus terhadap serangan brute force dan berbasis kamus. Metode yang digunakan berupa pengujian eksperimental dengan bantuan perangkat lunak seperti Aircrack?ng dan Wireshark, serta analisis teknis terhadap proses otentikasi dan mekanisme kriptografi. Data dikumpulkan melalui pengukuran tingkat keberhasilan, waktu yang dibutuhkan, serta beban komputasi untuk mencoba mendekripsi data dalam kondisi yang sama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa WPA2 masih sangat rentan terhadap serangan brute force luring, di mana pendekrippsian dapat berhasil dalam waktu yang wajar jika menggunakan daftar kata sandi umum. Sebaliknya, protokol SAE pada WPA3 menghilangkan kemungkinan menangkap data proses otentikasi yang dapat digunakan kembali, sehingga serangan luring menjadi tidak efektif dan meningkatkan kesulitan untuk menembus sistem enkripsi. Temuan ini menegaskan bahwa WPA3 memberikan perlindungan yang jauh lebih kuat dibandingkan WPA2. Penelitian ini memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai keamanan kedua protokol dan memberikan manfaat praktis bagi pengelola jaringan serta pengguna untuk menerapkan standar keamanan yang lebih baik, sehingga mengurangi risiko akses tidak sah dan kebocoran data pada lingkungan jaringan nirkabel.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ghefira Nur Fatimah, Rika Dwi Yusepa, Didi Susianto

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.














